KEHILANGAN
Berulang kali notifikasi gadget usia 2 tahunan ini, berbunyi bergetar silih berganti. Ragu untuk melihatnya namun penasaran mengalahkan semua keraguan diri. Ah lagi-lagi berita kematian, entah sudah berapa kematian bulan Juli ini. Hempasan Pandemi Corona Virus Desease 19 yang melanda dunia hingga negeri kita tercinta Indonesia cukup terasa hingga melewati hitungan kurun waktu satu tahun. Seolah menjadi ancaman setiap saat bagi kehidupan dan disebagian masyarakat terselip rasa takut tanpa iman.
Berita itu belum berakhir, masih menjadi tema rutin harian bagai jalan panjang tak kelihatan ujungnya atau sesak memenuhi sudut bagai kabut dingin menyelimuti nan pekat.
Kehilangan jiwa menjadi hal biasa kita dengar hampir setiap hari. Namun tidak bagi kawan dan saudara kita yang ditinggalkan belahan jiwa, buah hati, orangtua, handai taulan atau kawan sejawat di lingkungan. Sedih mungkin menjadi lebih mendalam, lebih terasa bahkan adakalanya merusak raga. Sulit sepertinya melenyapkan "kehilangan" saat ini, saat pandemi belum menemukan akhir hayatnya. Hanya iman yang masih menempel di jiwa yang kurang bersih ini, yang mungkin menegur agar kembali kepada Sang Pemilik dan Penguasa jagat semesta.
Lalu, ingatkah kita akan kehilangan-kehilangan yang lain?
Pernah kah kita kehilangan :
• Waktu untuk beribadah kepada Nya
• Berbuat baik kepada oranglain
• Bersedekah kepada yang membutuhkan
• Berbakti kepada orangtua
• Berzikir
• Membaca Alquran
• Dan kebaikan lainnya
Sakit rasanya "kehilangan" seakan sakit
rasanya ketika disakiti dan dihina hati ini, ups. Tetapi walaupun di hina kita harus tetap sabar dan jadikanlah itu sebagai motivasi dan jalan untuk menuju kesuksesan (ini kata anak lelaki saya)
Tapi bener juga ya...
Anda setuju???
Sedekah?
Di BIM Berbagi ajah
Komentar
Posting Komentar