IRI

Hampir setiap sudut ruangan gedung ini aku memahaminya. Betapa tidak, setiap hari aku menyusurinya: kelas demi kelas, meja, kursi, papan tulis serta yang lainnya. Suasananya nyaman namun kadang terasa amat dingin menusuk tulang, lain halnya jika aliran listrik terputus maka hawa panas menggantikan kenyamanan berujung kegelisahan hingga teriakan "panas!". Iya sih, sebenarnya tidak semua ruang aku sering kunjungi terutama lantai dua. Aku takut karena disana ada ruang guru he.. he.. he.. Apalagi ruang guru BK, ruang "horor" yang dirindukan "widiw". 

Hampir setiap pagi aku menyaksikan siswa-siswi melantunkan zikir Al-Matsurat secara bersama-sama yang dilanjut dengan lantunan indah Asmaul Husna, yang terkadang aku begitu kesal dengan tingkah polah beberapa anak yang tidak serius membacanya atau hanya diam membisu seolah tidak butuh pahala-Nya. Begitupun saat shalat dhuha atau shalat wajib di sekolah seperti zuhur dan ashar. Cukup banyak yang menjalankannya secara khusyuk tapi ada saja yang merusak suasananya. Padahal shalat merupakan wasilah komunikasi (ngobrol dan curhat) kita dengan Sang Pencipta dan Pengatur kita. Ada yang colak-colek, ngobrol gak penting, males-malesan, mikirin si "dia", buru-buru de el el.

Hampir setiap hari guru dan murid berjuang menapaki kegiatan belajar mengajar sampai tuntas semua tujuan agar bahagia di masa datang. Rutinitas yang kadang membosankan, mencerahkan, menguras emosi, menantang kreatifitas, membuat "melow", penuh harapan juga merindukan. Semuanya untuk menggapai cita-cita kita, yang menurut beberapa pendapat: cita-cita tidak hanya cukup digantungkan setinggi-tingginya namun perlu "perjuangan" untuk meraihnya. Jadi kalau cuma atau sambil "rebahan" maka cita-cita akan selamanya jadi hiasan di "langit" atau sekedar menjadi kenangan kaya "mantan" he... he... he....

Hampir ke sekian kalinya, aku selalu saja iri dengan kegiatan mereka yang bermanfaat dan mengesankan itu. Spiderman aja, yang jelas-jelas jagoan serba bisa. Harus bersusah payah mengalahkan musuhnya dengan banyak belajar, banyak mendengar dan banyak berjuang tanpa kenal lelah, rela berkorban juga tak putus asa ketika ada ujian. Lah kita? Spiderman bukan, Superman bukan, Wonderwoman apalagi... Eh siapa nih? Yang pegang "sungutku" ..... ampun .... Dengan setengah berlari seorang siswa kelas 7 membawaku lalu dicampakkannya diriku ke dalam tong sampah di sudut toilet sekolah. Beginilah nasibku jika tertangkap, dicampakkan atau dipijak hingga renyek penyek .... Tanpa sumpah serapah nan kotor, aku pun segera berlari dengan keenam kakiku. Berlindung agar tak tertangkap oleh manusia lagi. Sayup-sayup ku dengar suara gaduh diselingi teriakan, mungkin temanku yang lain spesies hexapoda mirip diriku. Udah ah, yang penting kabur dulu, kabuuur!!! .......

Idul Fitri 1 Syawal 1444 H / 2023 M

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Antara ⏳

KEHILANGAN