Bakso Pinggir Jalan 🤗
Siang mulai memanas, sesuai perjanjian kita kumpul siang ini. Kami bertiga, belum lama sih bersahabat namun karena merasa cocok satu sama lain terutama ketika ngobrol jadilah kami bersahabat sampai saat ini. Tiga perempuan mahmud alias mamah muda dengan masing masing dua, satu dan dua orang anak dengan kode 212 kaya pendekar Wiro Sableng. He... He... He...
Langganan kami, sekaligus secara tidak resmi menjadi basecamp kami biasa berkumpul, di bakso pinggir jalan itu. Biasanya tidak terlalu ramai pembeli dan kami mempunyai tempat duduk favorit di pojokan sebelah kanan outlet bakso pinggir jalan tersebut. Tempatnya juga bersih dan nyaman untuk bercengkerama lebih lama lagi. Paling dicemberutin sama tukang baksonya. He... He... He...
Disamping makan bakso favorit kami, sesungguhnya yang lebih penting adalah obrolan kami lah yang paling kami rindukan. Dari urusan dapur, masalah anak, jualan, gaji yang selalu kurang, belanja dan sebagainya selalu saja asyik untuk dibedah dan dibicarakan. Seolah tak bosan hingga bakso besar seporsi, lenyap tak terkirakan tanpa terasa. Paling tidak melupakan kejenuhan rutinitas kami sehari hari yang itu itu saja. He... He... He...
Manusia memang tak bisa hidup seorang diri. Ia butuh kawan sebagai sarana untuk bersosialisasi dan berekspresi. Maka jangan biarkan seseorang menyendiri. Temani ia, hibur dia dan berbagilah dengannya. Hubungan sosial yang baik akan menciptakan ketentraman, kedamaian, kelapangan juga kebahagiaan serta berdampak jasmani lebih sehat, peluang meraih rezeki lebih banyak dan menjalani hidup jadi mantap.
Walau hanya di bakso pinggir jalan yang sederhana mungkin juga tak ada di peta. Namun nilai kebersamaan yang ada, jujur dan ikhlas dalam berkata, menjadi modal kami untuk lebih dekat lagi. Dekat dengan kawan, dekat dengan Tuhan. Teman di dunia juga di syurga. I love you forever gaes......
#gemerlap suasana bersama
Jangan lupakan pertemanan yg dgi landasinkeimanan
BalasHapusPertemanan yg manis
BalasHapus