Berani Menatap (Lagi) 😣


Berita pandemi covid 19 di dunia cukup menghebohkan dan infonya sebentar lagi akan masuk ke Indonesia. Belum masuk saja, perekonomian sudah mulai bermasalah. Orderan berkurang, omset mulai menurun, banyak orang menahan untuk belanja dan sebagainya. Skenario antisipasi pun dibuat oleh Pemerintah, semoga saja bisa berjalan dengan baik dan berharap tidak menjadi bencana nasional. 

Pandemi covid 19 benar-benar mulai menjangkiti. Tidak hanya kesehatan, bidang ekonomi pun mulai luruh. Persahaan Taxi tempat aku bekerja pun terdampak. Para Draiver mendapat pemutusan hubungan kerja (phk) termasuk aku yang belum genap satu tahun ini bekerja. 

Seakan langit runtuh, selanjutnya mau kerja apa? Skill terbatas, umur sudah mulai menua, ya Allah...
Dengan langkah gontai, terlintas istri dan keempat anakku. Bagaimana penghidupan selanjutnya bagi keluarga kecilku ?  Si sulung sebentar lagi lulus SD dan bersiap masuk SMP. Untungnya rumah milik orangtua jadi tidak terbebani biaya kontrakan atau cicilan rumah bulanan. Ah.. aku semakin pusing memikirkannya. 

Masuk Ramadhan tahun ini, masih belum ada perubahan. Covid 19 semakin menggila, phk semakin bertambah, anak anak semua sekolah daring dari rumah, aku belum dapat juga pekerjaan dan istriku semakin pusing terutama untuk urusan dapur. Sampai sampai kami lupa bahwa tahun ini ada hari raya lebaran. Benar benar ujian cukup berat. Mungkinkah Tuhan menguji hambanya seberat ini ya Allah? Kami mohon jalan keluar dari mu ya Allah....

Alhamdulillah ada saja rezeki dari Allah untuk keluarga kami walaupun aku belum juga mendapat pekerjaan. Paket Sembako dll ada saja. Hanya BLT yang tak ku dapat karena kartu identitas yang masih dalam proses pindah. Ternyata pertolongan Allah itu ada dan selalu ada bagi hambanya yang tidak berputus asa. 

Si sulung gagal masuk smp negeri. Padahal aku sangat berharap masuk negeri agar bisa bersekolah secara gratis tapi apa daya. Untunglah ada penawaran dari seorang relawan Yayasan Yatim dan Dhuafa BIM Berbagi untuk mendaftarkan si sulung agar mendapat santunan bantuan pendidikan yang paling tidak meringankan beban kami. Si sulung yang cukup berprestasi di sekolah dan rajin membantu ibunya, dari membereskan rumah, menjaga adik-adiknya bahkan mau membantu berjualan kue seribuan buatan ibunya. Terimakasih BIM berbagi, para pengurus dan relawan juga donatur. Semoga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang lancar aamin.... 
Dan kami semangat lagi dan mencoba berani menatap lagi. 

#yup lah berbagi 

Komentar

  1. Alhamdulillah
    Dikala kesulitan datang pasti kemudahan mengikuti..
    Tetap bersyukur dalam menjalaninya Pak...

    Salam kenal

    BalasHapus
  2. Bahagianya ya si Sulung.
    BIM beragi, hebat.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Antara ⏳

IRI

KEHILANGAN