Malas Bertemu Orang 😣
Dasar laki-laki tak berguna, istriku memulai melodi hari ini. Kerja ini itu ga bisa, gerak lambat, gak cekatan, gak bisa lihat peluang, pemalas, lambat mikir. Kapan mau sukses nya, kapan mau kaya nya. Bla... Bla... Bla... tumpah seluruhnya uneg uneg dan kekesalan istriku padaku, suami semata wayangnya. Tak lama sayup sayup adzan Ashar berkumandang tak jauh dari menara masjid tempat aku tertidur. Oalah cuma mimpi...
Hujan deras tadi menyisakan rintik halus mengiringi Perjalanan pulang. Kalau di pikir pikir mimpi barusan ada benarnya juga. Tambah pening kepalaku, usia tidak lagi muda, keterampilan khusus tak punya, kondisi fisik semakin lemah, berdagang gagal melulu. Untung nya istriku tak pernah ucapkan kata and kalimat seperti di mimpi tadi. Kalau benar benar nyata bisa cilaka dua belas.
Sudah stres kerjaan, dagang susah lakunya, di rumah harus juga di pusing kan dengan kicauan indah istriku. Bukannya semakin semangat hidup malah tambah terpuruk bila kondisi seperti ini, rasanya dunia semakin tak nikmat untuk di tinggali. Orang orang juga serasa menjauh. Ah.. jadi malas bertemu orang, paling yang dibicarakan tidak jauh dari perkara uang. Sedangkan uang saat ini seakan tak mau bersahabat dengan ku. Kantong ku semakin tipis, gas sudah habis, motor waktunya diservis, beras dan lauk juga kritis, belum lagi persabunan dan perawatan yang tak kalah mulai menghempas.
Ah, semakin malas pulang, bertemu orang tercinta aku harus ngomong apa? Kegalauan, kebimbangan, kekalutan, dan kegamangan terus saja menyelimuti. Bagai dingin yang membonceng cuaca sore ini, pantasnya kehangatan menyambut sang pangeran pejuang nafkah ini.
Bang beli!!!
Panggilan indah yang selalu ku nanti.
Terima kasih wahai Sang Pemberi Rezeki.
#sulit menyembunyikan kesulitan
Komentar
Posting Komentar