Mengapa Porno Harus Ada Di Antara Obrolan Kita ?
Belasan tahun lebih kita tak berjumpa. Tiba tiba saja ada wa pribadi plus bergabungnya aku ke wa grup baru. Ternyata chat wa kawan yang memberitahukan bahwa ada grup yang isi nya kawan kawan sekolah STM dulu dan bergabunglah. Selintas teringat masa lalu, tergambar wajah kawan kawan namun banyak juga yang terlupakan.
Alur percakapan pun terhampar, saling mengingat masa lalu, bercerita tentang kondisi terkini, diselingi bercanda, saling hibur. Namun ada hal yang membuat hati ini gelisah dan hal tersebut selalu saja berulang nyaris setiap hari. Porno, yah baik tulisan ataupun gambar, terkadang kiriman video. Ada saja kiriman porno terkirim, perhari bisa lebih dari satu. Biasanya gambar wanita yang berpakaian tiga perempat, setengah atau seperempat. Pokoknya bikin lelaki tak karuan ga jelas.
Mengapa ya porno harus ada di antara obrolan kita? Seolah garam pada masakan. Apakah harus seperti itu ?padahal pilihan Obrolan atau chatting cukup banyak yang bernuansa positif. Apapun alasannya konten porno sesungguhnya berefek buruk pada diri pengirim mau pun pembacanya. Belom lagi bila konten tersebut dilihat atau dibaca oleh anak dibawah umur, pasti menjadi masalah ke depannya.
Mari kita penuhi, hari-hari kita dengan pikiran, ucapan, & tindakan yang baik-baik saja. Termasuk chat & konten di medsos yang dikhawatirkan adalah menjadi tumpukan dosa yang terus men ada. Bisa jadi kita telah insyaf & bertaubat tidak lagi mengirim konten porno. Namun konten yang telah terlanjur dikirim, tidak ada jaminan orang lain yang telah membaca konten tersebut tidak mengirimnya lagi. Sehingga kita bisa bayangkan terus menerus di forward. Kira-kira berapa banyak dosanya ya ?!
Ya kadang di grup alumni begitu tampilannya
BalasHapusDosax ya banyak skaleeeeπππ
BalasHapusHarus smart bersmartphone
BalasHapus