Menikmati Jualan Yang (Tak) Laku ❤


Berjejer lapak lapak pedagang disepanjang jalan yang  aku lalui hari ini. Jualan masa pandemi covid 19 ini memang luar biasa. Sebelum pandemi saja penuh dengan perjuangan apalagi di masa pandemi ini. Dari pedagang kelontong, bakso, es, pakaian, sayur, & sebagainya mengeluh semuanya. Dan keluhannya hampir mirip-mirip yaitu penurunan omset. Jadi bisa bertahan saja Alhamdulillah, apalagi bisa menaikan omset, wow banget pastinya. 

Berbagai pelatihan jualan & bisnis bertebaran di masa pandemi. Mulai dari yang berbayar mehong mihil, murah meriah sampai gretongan alias gratisan. Kebanyakan sih via online & penjualannya juga via online. Pokoknya ada ruang baru dari biasanya yaitu dunia maya. Tapi pada prakteknya ternyata gak mudah juga ya, walaupun ada juga sih beberapa yang mendapat hasil. Jadi tetap perlu perjuangan, baik jualan offline maupun online, gak ada kesuksesan yang instan. Perlu pembelajaran, pengorbanan dan perjuangan terus menerus. 

Suatu kali pernah ada ajakan untuk saling membeli di antara kita. Ide ini adalah ide yang realistis di masa ini. Bayangkan satu kampung atau satu perumahan ada seratus orang misalkan, ada 20 persen aja yang beli dagangan kita, lumayan kan?! 
Jadi konsep membeli pada orang terdekat kita cukup membantu saudara kita bertahan hidup di masa sulit ini. Niatkan saja sedekah dengan membeli dagangan saudara kita. 

Buang jauh-jauh upaya mendown grade dagangan saudara kita, dengan mengatakan mahal harganya, kualitas tidak bagus, tidak enak rasanya, tidak lengkap atau apalah. Bantu dia dengan membeli dagangannya, kasih masukan agar lebih baik tapi jangan maksa ya, & do'a kan agar sukses. Ingat ya mereka hanya berusaha untuk tidak mengemis, itu saja. 
Yuk bantu saudara kita !!!

# Terpaksa atau dipaksa 9

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Antara ⏳

IRI

KEHILANGAN