Om Asep 😉
Ada titipan, bergegas ku selesaikan pekerjaan ini. Namun takdir berkata lain, pekerjaan tersebut urung selesai. Nanti lah dilanjutkan usai titipan ini sampai ke tujuan. Sampailah dirumah Bapak, rumah yang selalu dirindukan ditengah gempuran kesibukan yang seolah tanpa jeda.
Rupanya ada tamu, siapa ya?
Oh ternyata kawan lama Bapak. Samar ku coba mengingat tapi terkalahkan oleh pikiran kekinian, yang teringat hanya wajahnya yang tidak asing lagi. Orangnya enak juga jika diajak bicara. Dan mengalirlah obrolan kisah kisah dahulu juga saling mengenang suka maupun duka. Berdua terlihat bahagia seolah tiada lagi beban hidup yang selama ini menggelayuti mereka.
Titipan telah tersampaikan, sejenak ku membersamai dua sahabat lama yang sedang melepas rindu. Menyelami percakapan lampau memang ada kekhasan tersendiri. Jadilah aku pendengar yang baik dan lebih aktif bertanya.
Terima kasih Om Asep atas kunjungan mu hari ini. Rasa bahagia terpancar dari wajah Bapak setelah dikunjungi kawan lamanya. Bapak pernah mengungkap bahwa kini semakin sedikit kawan kawannya. Satu per satu kawan kawan tersebut meninggalkan dunia yang fana ini.
Terima kasih juga atas pepaya nya, entah kapan lagi kita kan bersua. Mungkin kah masa tua ku yang akan datang bernasib sama, ditinggal sendiri oleh kawan kawan?
Yuk jangan tinggalkan para tetua kita. Mereka butuh kawan, lebih tepatnya butuh menghempaskan kejenuhan dan saling menguatkan. Agar lebih bersemangat lagi menyusuri sisa kehidupan yang dibatasi oleh kematian.
#mengungkapkan sedikit kebahagiaan
Benar pak..mereka butuh di ajak ngobrol..
BalasHapusTerimakasih utk remindernya pak
BalasHapusBetul pa..kehadiran seorang teman bisa menghilangkan kesepian. Apalagi di usia senja.
BalasHapusKeren pa tulisannya...