Tak Hanya Itu Saja 👦👧


Terdengar suara berteriak sambung menyambung dari beberapa anak laki-laki di seberang rumah yang menghadap ke Barat. Celotehan mereka bagai tak kenal lelah, terus saja menderu seolah ingin menguasai panggung sandiwara sementara dunia nan fana ini. Seperti anak remaja kebanyakan, mereka suka sekali berkumpul bersenda gurau menghabiskan waktu yang ada. Hingga panggilan kuat atau pelototan mata mengkilat ayah atau bunda mereka yang biasanya mampu membubarkan kesenangan hampa mereka. Sulit berfikir baik, bertutur baik, belajar sopan, berprestasi apalagi ibadah. Ibadah? Gak asyik, gak seru, ga keren, ga apalagi ya?... 

Ada juga di sebelah Selatan rumah, sekitar 250 meter jaraknya. Jalan masuk yang sempit hanya cukup dua motor berpapasan. Perempuan berusia setingkat SMP. Anak semata wayang dari pasangan Ayah Bunda yang berasal dari Jakarta dan Garut Jawa Barat. Anjani namanya, periang, berkacamata dan pintar. Juara kelas dari kelas 1 sampai kelas 6 sekolah dasar, pernah juara 2 siswa teladan se kecamatan dan juara harapan 2 karya tulis Islami. Unik dan cukup berbeda dengan kebanyakan kawan-kawan sebayanya yang masih terlena dengan halu, nongkrong ga jelas, bucin juga nyaris tak pernah memikirkan cita-citanya. 

BIM Berbagi berkomitmen selama ini agar para binaan Yatim Dhuafa yang notabene generasi muda tingkat SMP dan SMA, tidak hanya sekadar mendapatkan santunan saja. Kami pun membuat berbagai program rutin maupun insidental yang tujuannya agar para binaan Yatim Dhuafa bisa memperbaiki diri, mandiri, berprestasi dan berakhlak mulia. Jadi tak hanya itu saja ya, kesepakatan juga telah dibuat dengan binaan. Jika tidak diikuti ya bersiap dengan konsekuensi. Kata istri kawanku, mau masuk surga terpaksa atau rela masuk neraka? 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Antara ⏳

IRI

KEHILANGAN