Yakin 🎯


Sekitar tahun 2003an Ustadz Usman Maulana meminta ku untuk membimbing agama beberapa remaja di lingkungan dimana beliau tinggal. Sedikit terkejut kenapa pula aku yang dipilihnya. Hanya lulusan Sekolah Menengah Tehnik yang pastinya ilmu agama terasa jauh hinggap di diri ini. Pilihan tersebut pastinya bukan sembarang pilihan. Kata Ustadz Ahmad Syaihu: "Semoga beban amanah ini tidak salah memilih pundaknya". Aku hanya berusaha berfikir positif, anggap saja aku sedang belajar memperdalam ilmu agama dengan cara dititipkannya beberapa remaja untuk di didik dan di bina.

Bismillah, berlalulah tahun demi tahun di dunia remaja nan ceria. Suka dan duka serta berdamai dengan remaja penuh warna ku nikmati di sela mencari penghidupan di luaran sana. Genap usia matang dan puncak penghidupan manusia, Allah masih takdirkan tugas membina para remaja. Generasi demi generasi silih berganti, serasa sulit lepas dari dunia ini. Tugas yang tidak sederhana yaitu membuat mereka yakin dengan Tuhannya, yakin akan perjalanan hidup menuju Tuhan dan yakin akan bertemu Tuhan di surga Nya. Masih berharap pendidikan sepekan itu bisa istiqomah walau tak lagi terdaftar sebagai penerima santunan BIM Berbagi. Istiqomah terus hingga nafas terhembus terakhir kalinya memisahkan raga kembali kepada pemilik sesungguhnya.

Pluit masa belum menjerit, masih ada waktu untuk memungut serpihan bekal menuju alam kekal. Kapan lagi mau kembali wahai alumni BIM Berbagi? Waktu itu bukan semakin panjang, namun berdurasi semakin sempit dan pendek mengejutkan. Percayalah, jika kau kembali, awan hitam kan pergi, matahari bersinar berbinar menyemangati diri. Hingga kau dapati kebaikan-kebaikan lagi, tumbuh subur sampai kau tak ingat sudah berapa kali kau nikmati. Jadi sampai kapan kami menanti? Belum yakinkah akan kebersamaan kita selama ini? Atau sampai kami tak lagi beraktivitas dibumi?

#tantangan menulis november 2020 AISEI
#BIM Berbagi
#the led man

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Antara ⏳

IRI

KEHILANGAN