Di Antara ⏳
Mengarungi waktu bersama Pandemi yang belum berlalu ternyata bukan hal yang mudah dan butuh kesabaran tingkat "Dewa". Apalagi menunggu menepati waktu, bersama gelisah yang tak jelas dan tak terarah. Sungguh siapa pun tak ingin berposisi menunggu karena ego lebih besar ketimbang menikmati kegelisahan walau sejenak saja. Menunggu bagai hukuman pada diri, mengajak berfikir dan merenungi diri. Kiranya salah apa gerangan yang menyebabkan terjebak dalam "menunggu" untuk kesekian kalinya. Ya ini bukan hal pertama, menunggu di antara tetap menunggu atau abai kan dan tinggalkan.
Malam ini pun kembali galau di antara pekatnya malam, hanya ditemani Android yang belum selesai pembayarannya. Nyamuk tak kalah seru menikmati raga, seolah hampir setiap sudut lezat untuk dihisap tak terkira. Berulang kali menatap layar whatsapp barangkali info kehadiran merayap membuat bahagia hati ditengah gelisah yang menggoda. Sudah tak peduli lagi, berapa banyak hilir mudik motor di depan Mushola Perumahan ini. Harapan nya hanya satu, sesuai maklumat semua anggota grup ngaji ini harus hadir. Dan harapan pun tinggal harapan menguap bersama malam yang kian malam.
Dan di antara seni mengaji adalah menunggu. Menunggu guru yang akan mengajar, menunggu murid yang mau belajar, menunggu jam mulai belajar, menunggu waktu pulang, menunggu konsumsi datang bahkan menunggu jodoh he.. he... he...
Akhir drama menunggu, ku tatap di antara tiang-tiang Mushola nan bersahaja. Setelah satu dua izin terbaca, ku coba lagi menyemangati diri. Masih ada esok, harapan hidayah terbuka lebar dari Sang Maha Pemberi Hidayah. Aamiiin....
#AISEI
#the Led Man
Aamiin..
BalasHapusSalam sukses ya pa..
Aamiin....
HapusTerima kasih Bu 👍
Sukses pak
BalasHapusAamiin
HapusSukses juga untuk pa Supadilah 👍
Jangan jemu. Semangat!
BalasHapusIya pa D
HapusSemangat terus 🔥
Aamiin... Menunggu hal yg baik smg d bri ksbran.. Hingga mrsakn indahnya waktu yg di tunggu
BalasHapusSepakat bu
HapusSelalu indah pasca menunggu 👍