Pembinaan Saat Pandemi, Antara Hidup & Mati
Lebih setahun sudah pandemi covid 19 viral menguasai jagat bumi termasuk negeri kita tercinta Indonesia. Hempasan negatifnya tidak hanya dari sisi kesehatan saja, namun melumpuhkan berbagai hal. Termasuk sektor pendidikan ikut terkena dampaknya. Lembaga pendidikan formal maupun nonformal tersendat aktifitasnya bahkan nyaris terhenti sekarat dan belum jelas sampai kapan bangkit kembali. Jadi cukup terbayang nasib dunia pendidikan ke depan dan betapa sulit serta merepotkan membenahinya hingga berkualitas maksimal.
Begitupun Lembaga Sosial seperti BIM Berbagi yang semakin hari semakin diminati masyarakat untuk peduli menyantuni anak Yatim dan Dhuafa wabil khusus bidang pendidikan. BIM Berbagi juga merasakan dampak pandemi covid 19 yang cukup berpengaruh, mulai dari donasi yang turun secara signifikan hingga masalah pembinaan anak Yatim Piatu dan Dhuafa yang kesulitan berjalan sebagai mana mestinya. Kegiatan pembinaan sebelum pandemi datang cukup variatif dan berkesan. Mulai dari yang rutin bergulir per pekan seperti pertemuan pekanan yang berisi pengetahuan tentang agama serta perbaikan diri akhlak dan budi pekerti. Pertemuan bulanan yang berisi berbagai pelatihan, seminar, pengajian dan lain lain. Program tahunan seperti outing, berkemah, outbond, wisata dan sebagainya. Semuanya bertujuan agar anak - anak BIM Berbagi tidak hanya menerima manfaat santunan pendidikan namun merasakan juga manfaat pembinaan & pendidikan sebagai bekal mereka di masa depan agar lebih bisa mandiri, bertanggung jawab, displin, bekerja keras, semangat dan sukses dunia akhirat.
Pandemi ini menjadi tantangan tersendiri termasuk pola pembinaan yang perlu menyesuaikan agar tetap berjalan, aman dan tidak ketinggalan zaman. Istilah pertemuan offline dan online menjadi familiar dan kekinian serta menjadi opsi pembinaan saat ini. Pertemuan online menjadi pertemuan lebih aman tapi tidak sedikit kendala muncul. Biaya pulsa, sinyal yang tidak stabil, tidak semuanya punya gadget, hp yang berbeda kualitas nya dan sebagainya. Pertemuan offline menjadi pertemuan sangat terbatas. Mulai dari pembatasan jumlah peserta, protokol kesehatan yang selalu tetap dijaga, menjaga imunitas diri dan sebagainya.
Sepanjang pandemi ini serta rencana pembinaan ke depan terus berlangsung dan terencana dengan baik.
1. Pembinaan akhlak dan budi pekerti setiap pekan terfokus di setiap koordinator wilayah (korwil) di antaranya Kadu, Binong, Panongan, Cikupa, Sukabakti & Curug Kulon. Semua nya termasuk di wilayah Kabupaten Tangerang Banten.
2. Pertemuan gabungan antar korwil dengan menggunakan media daring seperti penggunaan aplikasi zoom meeting
3. Pengembangan diri para binaan BIM Berbagi berbasis minat dan bakat akan digulirkan dan berharap menjadi bekal untuk masa depan.
Dengan adanya bencana internasional Pandemi Covid 19 semoga tidak menyurutkan langkah kita untuk terus maju ke depan dan terus menjadi lebih baik walau antara hidup dan mati. Tidak berputus asa, semangat, istiqomah, yakin dengan pertolongan Allah swt Yang Maha Kaya Maha Bijaksana Maha Pemurah. Mari berkontribusi bersama BIM Berbagi. Berbagi peran saling menyemangati. Berkolaborasi donatur, anak binaan, pengurus, relawan. Bersama kembangkan dan besarkan BIM Berbagi semampu kita
#Donasi? Ya di BIM Berbagi
Komentar
Posting Komentar