INGIN


Lalu lalang minggu pagi ini, seolah mengulang kembali minggu-minggu sebelumnya. Ramai tampak menikmati hari sedikit berhawa dingin dengan matahari yang masih berselimut awan sedikit tebal. Jalan raya secara perlahan mulai bertambah dengan silih bergantinya oksigen dan karbondioksida. Suasana gelap pun semakin tertinggal oleh terang yang dipancarkan dengan dahsyatnya sang penguasa siang matahari walau masih terselimutkan awan. Bersyukur tidak layak kita tinggal kan begitu saja, karena penciptaan Nya yang teramat sempurna. Sesempurna nikmat pagi ini, pantaslah tak hanya secangkir teh atau kopi hangat serta pisang goreng tersanding tapi zikir pagi nan indah sangat pas teralun tenggelam bersama menguat nya iman. 

Beberapa tampak memotret atau mungkin merekam video suasana sudut lapang area Pusat Jajanan yang masih belum dibuka sebab Pandemi Covid 19 yang masih menyandera. Beberapa lagi tampak hanya melihat-lihat saja mungkin ragu, malu atau apa lah. Ada yang sekedar sarapan pagi sambil berbincang ria serta memandang bebas awas. Yang memanfaatkan berharap ada beberapa cuan dengan berdagang juga terlihat bersemangat menunggu bahkan ada menghampiri calon pembeli. Ah suasana yang begitu beraneka, semua berupaya melepas penat, belenggu rutinitas bahkan bosan yang melekat di jiwa. 

Lelah sudah, padahal baru puluhan menit gerakan senam terikuti. Emak-emak kekinian nampak lebih bersemangat seolah lupa usia sudah tidak lagi muda. Ingin nya tak mau kalah tapi apa daya alarm raga sudah mengingatkan agar tidak terlalu lelah. Cukup menjadi modal menjalani hidup ke depan agar lebih maksimal. Lelah juga mengingatkan kita untuk jeda sejenak dari banyaknya "ingin". Terlebih ingin terkenal, ingin dipuji & dipuja, ingin lebih hebat, ingin lebih cantik atau ingin lainnya. Atau kita sudah terjebak dengan lingkaran "ingin" ? Sehingga tak kenal lelah padahal kehidupan fana ini akan segera sirna seiring nafas yang terhenti atau matahari tak membakar lagi.
Yuk senam lagi.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Antara ⏳

IRI

KEHILANGAN