8 Hikmah
Bahagia rasanya genap terselesaikan ibadah Ramadhan tahun ini. Sisi lainnya, ada rasa sedih menghimpit di dada karena Ramadhan begitu cepat berlalu. Andai waktu bisa di putar ulang kembali, pastilah ku perbaiki ibadah yang belum maksimal tadi. Namun itu semua tidaklah mungkin, hanya terselip doa dan harapan: "Semoga Tuhan Yang Maha Sayang mempertemukan kita pada Ramadhan tahun depan". Aamiiin .....
Pukul 06.40 tiba lah kami di mushola nan bersahaja untuk mengikuti shalat idul fitri. Biasanya jamaah shalat idul fitri tidak sebanyak shalat idul adha, karena sebagian warga ada yang sudah mudik ke kampung halaman mereka. Selanjutnya ada beberapa hal unik yang bisa diambil hikmahnya.
Pertama, ketika menyimak ketua DKM yang sedang memberikan pengumuman, muncul anak kucing yang entah dari mana datangnya sudah disampingku. Anak kucing? Iya anak kucing. Bukan anak itik, atau anak sapi, apalagi anaconda. He ... he .... he ... Terlihat khusyuk mendengarkan hingga selesai shalat dua rakaat idul fitri, pokoknya gemes ngeliatnya. Andai kaum muslimin semuanya bisa lebih khusyuk (seperti anak kucing contohkan) dalam shalatnya maka ketenangan dan keberkahan akan hadir termasuk kemenangan nan gemilang.
Kedua, adanya himbauan untuk mengisi shaf atau barisan yang masih kosong terutama barisan di depan. Terlihat begitu sulitnya kaum muslimin untuk hanya sekedar mengisi shaf yang masih kosong di depannya. Padahal pahala & keutamaan tersedia begitu banyak di barisan terdepan. Berbeda terbalik dengan pembagian sembako atau sedikit uang oleh Presiden Jokowi misalnya. Sungguh luar biasa antusiasnya saling dorong atau saling sikut menjadi pemandangan yang dimaklum. Bingung jadinya ya ???
Ketiga, ketika shalat ied berlangsung dipimpin oleh seorang Imam muda yang hafidz Quran. Lembut suaranya dan nyaman di dengarnya, membuat suasana shalat lebih bermakna. Andai setiap pemuda-pemudi Islam berbicara & berperangai seperti Al-Quran ajarkan, dunia pastilah menjadi indah. Mata tidak rusak umbaran syahwat, telinga tidak tuli dengan arahan kebaikan, mulut tidak asal berucap tak bertanggung jawab atau pikiran tak tumpul akan ide-ide yang mantap.
Demikianlah 3 hikmah yang tak terlupakan. "Katanya 8, kok cuma 3 hikmah?" Memang benar 3 hikmah. "8 nya?" 8 nya ya ... PKS lah. Coba deh di cek nomor 8, pasti PKS he... he... he... Jangan salah PKSnya ya, PKS itu Partai Keadilan Sejahtera. Konon kabarnya PKS adalah partai zaman now di jagat Indonesia tercinta dan trend kemenangannya terus meningkat. Para pemimpin didikan PKS sudah terbukti sukses di belantara kepemimpinan di Indonesia. Gubernur Jawa Barat, Sumatera Barat atau Nusa Tenggara Barat. Walikota Depok, Padang atau wakil walikota Cilegon. Ketua MPR, anggota DPR atau anggota DPRD. Menteri Kehutanan, Pertanian atau Sosial. Dan banyak lagi serta akan menyusul prestasi besar lainnya. Jadi nomor 8 ya, tidak yang lain apalagi yang bermuka ganda. Yuk ikutan gerbong panjang perubahan dan perbaikan tanpa kerusakan, berkah insya Allah. I love you gaes
💖💖💖
Tangerang, syawal kedua 1444 H
Komentar
Posting Komentar